Hati – hati memakai kaca mata 3D!!!!Ada bakteri di kacamata 3D

15 06 2010

Ingin menonton film tiga dimensi (3D) di bioskop? Berhati-hatilah pada kacamata 3D yang disediakan. Sebuah penelitian menyebutkan, kacamata 3D yang digunakan banyak orang, berpotensi menularkan bakteri.

Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (15/6/2010), tim penasihat kesehatan keluarga dan rumah, Good Housekeeping, menguji kebersihan kacamata 3D. Dari hasil penelitian diketahui pada beberapa frame kacamata 3D ditemukan bakteri yang menyebabkan konjungtivitis atau peradangan selaput lendir pada kelopak mata, infeksi kulit, sepsis atau keracunan yang disebabkan hasil proses pembusukan) dan pneumonia atau penyakit radang paru-paru.

Hasil riset mereka juga mencatat, tak ada satu pun kacamata 3D di bioskop yang steril. Bahkan salah satu kacamata ditemukan terkontaminasi oleh Staphylococcus Aureus, yaitu kelompok bakteri yang biasa disebut Staph. Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit sebagai akibat dari infeksi macam-macam jaringan tubuh.

Lalu bagaimana mengantisipasinya? Tim Good Housekeeping menyarankan untuk membersihkan kacamata 3D dengan alkhohol sebelum menggunakannya. Alasannya, lebih dari 95 persen bakteri mati dengan alkohol. Apabila menggunakan tisu kering, bakteri yang hilang hanya 66 persen. (detikinet.com/ humasristek)

sumber : http://www.ristek.go.id





Keajaiban Eceng Gondok, bisa jadi gas buat masak

16 03 2010

Sebagian masyarakat menganggap eceng gondok tanaman jenis gulma yang merugikan serta tak berguna. Ternyata, eceng gondok dimanfaatkan warga Desa Kertasari, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, sebagai bahan bakar alternatif baru untuk memasak. Saat ini sekitar enam kepala keluarga di desa tersebut telah memanfaatkan biogas dari tanaman bernama Latin Eichhornia crassipes itu.

Warga mengaku biogas ini lebih hemat ketimbang elpiji karena pembuatannya tak memerlukan biaya Baca lanjutan…





Robot berkulit manusia

10 03 2010

LONDON (SuaraMedia News) – Peratech, perusahaan teknologi di Inggris  mengembangkan lembaran kulit buatan untuk robot agar lebih sensitif terhadap sentuhan.

Dengan balutan kulit buatan ini, robot bisa merasakan ketika mereka disentuh atau merasakan tekanan dari luar pada tubuh mereka.

Jadi jangan heran jika nantinya kita akan bisa lebih akrab dengan robot kesayangan. Kita bisa menggelitik, membalas pukulan ataupun mengusap mereka dengan lembut. Demikian keterangan yang dikutip dari Cnet, Senin (1/3/20100). Baca lanjutan…





Potret Kampus di atas Awan

28 02 2010

Negri diatas awan, adalah sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah khayalan, yang tentunya jauh dari ketidak sempurnaan.  Artikel “Potret Kampus diatas awan” yang disertakan dalam Lomba Blog UII yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia ini bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa perguruan tinggi idaman adalah sebuah khayalan belaka dan tidak mungkin tercapai, namun bertujuan untuk memotivasi dan menjadi impian yang semoga bisa menginspirasi berbagai pihak untuk mewujudkan perguruan tinggi idaman. Baca Lanjutan…





Bonus uang jika berani berhenti merokok!!!

22 02 2010

Mau dapet duit? silahkan hentikan kebiasaan merokok.

Kalau di Jakarte, orang merokok sembarangan didenda jutaan rupiah, itu juga ga jalan… Nah, mungkin cara ini bisa mengurangi kebiasaan merokok di masayrakat.

HELSINKI–Jika Indonesia menerapkan berbagai sanksi untuk membatasi para perokok, lain halnya dengan yang terjadi di Finlandia. Para pegawai di negara itu, justru diberi imbalan berupa bonus uang atau insentif untuk penggantian biaya terapi nikotin untuk usaha mereka berhenti merokok. Baca Lanjutan…





Anak SMA bisa membuat mobil

16 02 2010

Sebuah tim pelajar SLTA di kota Aghader, Maroko, berhasil menciptakan sekaligus memproduksi mobil ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Kreasi para pelajar SLTA Maroko ini bisa jadi yang pertamakali di negara Arab.

Surat kabar Al-Ahdath (14/2) yang terbit di Maroko melansir, tim pelajar sekolah tehnik negeri ‘Cassablanca’ itu berhasil menciptakan mobil yang mampu beroperqasi sejauh 100 KM dengan bahan bakar cukup 1 liter bensin saja. Baca Lanjutan…





Robot Astronot

16 02 2010

Bekerja sebagai astronot di ruang angkasa tidaklah mudah. Lingkungan yang jauh berbeda kadang menyulitkan mereka untuk bisa beradaptasi. Mungkin akan sangat membantu sekali kalau para astronot memiliki asisten yang dapat bekerja keras tapi asisten selain dari manusia yaitu robot.

Para ahli di badan antariksa Amerika, kini tengah bekerjasama dengan para ilmuwan dari General Motors, mengumumkan pengembangan Robonauts, robot penolong yang sangat cocok membantu para astronot yang bekerja di stasiun luar angkasa. Prototipe robot baru ini cocok untuk berbagai tugas berat, yang masih sulit untuk dilakukan oleh manusia. Robot ini dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan rumit di ruang angkasa, seperti memperbaiki teleskop, atau membuat perbaikan di International Space Station (ISS). Mesin-mesin itu dirancang khusus sehingga mereka dapat melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan dan kekuatan.

Robonaut 2 adalah versi baru dan lebih baik dari generasi pertamanya. Robot ini dikembangkan oleh NASA dan US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) lebih dari satu dekade yang lalu. Tapi versi terbaru jauh lebih kuat, lebih tepat, dan jauh lebih terampil daripada model sebelumnya. Ron Diftler mengungkapkan bahwa insinyur dari Houston, Texas-based Oceaneering Space Systems juga terlibat dalam pekerjaan ini.

Salah satu hal yang benar-benar menonjol mengenai mesin-mesin baru adalah kenyataan bahwa mereka memiliki empat sendi ibu jari, prototipe yang dulu cuma memiliki tiga jari saja, yang berarti bahwa prototipe baru dapat lebih terampil dan tepat dalam bekerja. “Ibu jari jelas berperan penting, membuat kita menjadi spesies dominan di planet ini. Selain itu lebih fleksibel jika menggunakan sarung tangan di ruang angkasa.” kata ilmuwan NASA. Selain itu, juga dapat mengangkat beban yang melebihi dari 10 kilogram serta bergerak pada kecepatan 4,5 mil per jam.

“Kami memasukkan lebih banyak sensor baik pada lengan dan jaringannya, sehingga jika terjadi kontak dengan astronot secara tak terduga, bisa dihentikan pada saat yang sama,” kata Diftler. Dia menambahkan bahwa hal ini dilakukan dalam rangka untuk membuat robot aman untuk interaksi dengan manusia. Mesin itu juga dilapisi kain lembut, yang tujuan utamanya adalah untuk bantalan dan untuk mencegah rusaknya kostum ruang angkasa. Beberapa misi utama yang R2 akan perlu lakukan adalah untuk dapat mengubah selimut termal pada objek di ruang angkasa dan juga membawa alat-alat di sekitarnya. Pada titik ini, tugas-tugas ini sangat rumit untuk dilakukan para astronot serta menghabiskan waktu yang cukup lama. (beritateknologi.com/ humasristek)








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.