Ada sebuah inovasi dari Sebuah perusahaan di Phoenix, Arizona yang bernama Southwest Solar Technologies. Perusahaan ini menawarkan metode baru untuk menyimpan kelebihan energi listrik yang dihasilkan dari sebuah pembangkit energi terbarukan.
Caranya adalah kelebihan energi yang dihasilkan akan digunakan untuk memompa udara ke dalam sebuah gua bawah tanah hingga tekanannya mencapai 157,5 kilogram per inchi persegi.
Dengan tekanan sebesar ini, ketika kembali dibutuhkan, maka udara akan mengalir keluar dengan tekanan tinggi dan memutar turbin. Tetapi untuk mendapatkan tekanan yang lebih tinggi, udara tersebut dipanaskan terlebih dahulu menggunakan piringan cermin yang memusatkan sinar matahari hingga mencapai suhu 1.700 derajat Celcius.
Sebenernya sih model penyimpan energi listrik dengan metode kayak gini bukan hal yang baru. Sebuah perusahaan Alabama Electrical Cooperative telah melakukannya sejak tahun 2000. Hanya saja untuk memanaskan udara, digunakan bahan bakar gas alam. Dengan metode ini emisi gas rumah kaca masih dihasilkan.
Tapi, Ide yang dibawa Southwest Solar Technologies agak beda dengan yang dimiliki Alabama Electrical Cooperative. Metode yang dipakai Southwest Solar adalah menggabungkan pembangkit listrik angin yang biasanya mengalami kelebihan energi pada malam hari dan menggunakannya pada saat siang hari. Hanya saja metode menyimpan energi dengan mengubahnya menjadi tekanan udara tidaklah mudah untuk diaplikasikan. Lokasi pilot plant yang dimiliki Southwest Solar memiliki stuktur geologi yang kurang memadai untuk menyimpan udara di dalamnya.
Kalau kita sesuaikan dengan posisi Indonesia, bagaimana menurut kamu? Secara geografis, kan di negara yang kita cintai ini banyak gua.
“Teknologi membangun negri!!!”
sumber:www.ristek.go.id
Oh ya, ada lomba yang seru lho … Lihat juga Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
Recent Comments